Mau cari apa ?

kapan berubah ?

Jumat, 21 Agustus 2009

tak ada lagi lagu sendu nan pilu
yang ku dendangkan tuk mengisi waktu
kesendirian tetap meradang
namun senyum harus terus tergambar
kepingan CD dan puluhan draft tentang kesepian
menggelapar dan berserakan penuhi bilik istirahat ini
potongan tiket nonton dan tulisan indah di agenda
membuat tangisan semakin menjadi-jadi
hingga ingin menjerit sendiri
meneriakan kesepian ini
mencari sosok 'itu' kembali
bukan bagai membeli sabun colek
berserakan dan berhamburan tinggal pilih mana yang mau
(kau pikir mangga dua ??)
sekarang ini
malam minggu sendirian
nonton bersama pria
makan juga bersama pria
kapan berubah ???
hanya bisa menunggu jarum detik terus berputar
dan berharap akan segera berubah

berbagi ??

Rabu, 19 Agustus 2009

sob..
bukannya tak ingin berbagi
hanya tak tahu harus darimana itu berawal
dan mana yang akan menjadi realita untuk mengakhiri segala spekulasi
hanya satu yang asli,yang lain spekulasi
tapi diri sendiri pun masih tak yakin dengan keaslian
mungkin belum ada waktu tepat untuk berbagi
tapi janji, akan membuka dan menepis spekulasi
hingga tak ada lagi yang terselubungi

semoga ada waktu nanti
untuk menjelaskan segala yang tengah terjadi...
hahaha

3 months

tiga bulan tanpa orang lain di sisiku
tanpa dia yang dahulu
memang ku akui selama 3 bulan ini, tidak benar-benar bersih tanpa dia
terkadang masih ada obrolan dan surat antar kami
berat awalnya, sampai sekarang pun masih tetap berat
namun, itu semua perlahan membaik
dan yakin, akan jauh lebih baik lagi nanti
ku coba tersenyum di atas segala luka
agar tetap terlihat bahagia bukannya gundah
ku lihat ia dapat tersenyum dan tertawa
itu semua sudah cukup membuatku bahagia
mungkin, kami sama-sama terlihat bahagia
walau luka dan duka terselubung rapi diselimuti tawa
tetapi untukku lebih baik begitu
daripada sendu yang memakan segala waktu
dan pilu yang meracuni seluruh tubuh
melupakannya,ku rasa tak akan mudah
dan aku pun tak ingin itu terjadi
tetap tegar berdiri,berjalan dan terus berlari
mengejar waktu yang tak akan berhenti
itu yang ku lakukan selama ini..,

hey gadis..
semoga kita tetap bahagia dengan cara kita masing-masing
dan menjadi teman di akhir hubungan yang telah berlalu
hahaha

untuk suatu saat nanti

Selasa, 11 Agustus 2009

satu saat..
mungkin aku jenuh dan tak ingin dari terusik
ingin berjalan dengan kesunyian
dan semilir angin yang mengodaku tenang dalam kalbu
tak ingin ada gangguan dan pasangan
hanya ingin sendiri menunggu mati
kini, mendengar mereka berteriak
dan menjeritkan satu per satu nama para wanita
mengklamufasekan hubungan antar aku dan mereka
merekayasa kenyataan,hingga seolah-olah terjadi sesuatu
tak dapat bicara dan bergerak lagi
hanya terbeku mati dan diam disini
melihat para gadis yang mungkin muak akan aku
bukannya aku suka akan semua kebohongan itu
namun ku anggap saja itu doa
untuk suatu saat nanti ada orang yang menggantikan sosok 'dia' di hati
jadi lebih baik terima saja apa yang mereka katakan
daripada aku kesepian menunggu ajal, lebih baik bersahabat dengan semua
dan mengamini segala doa yang ada

bukan sandal jepit

Minggu, 09 Agustus 2009

hidup itu akan terus berjalan
menerjang waktu dan meninggalkan setiap kenangan
hingga hari kemarinpun menjadi bagian dari sebuah sejarah
itu baru hari kemarin, apalagi yang berbulan-bulan telah ku lalui ?
mungkin itu adalah sebuah sejarah besar
kenangan tentang dirinya, harusnya bisa menjadi sejarah
yang mungkin akan membuat aku semakin dewasa, atau pembelajaran
idealnya, aku tetap menjalani hidup ini
seperti dahulu, saat belum ada dia
akupun tak mau terjadi stagnasi pada hidupku ini
berhentinya perjalan aku dan dia, bukan suatu klimaks dari hidup panjang ini
aku masih tetap menghargainya dan menyayanginya
walau, sayang itu bukan lagi seperti dahulu kala
ketika aku berkata padanya, aku masih belum dapat melupakannya
bantahan darinya, bahwalah aku hanya cemburu cukup membuatku kecewa akan keraguannya
atas itu, aku harus dapat tetap berjalan seperti dia
mungkin ia dan aku terlihat lebih baik jika berjalan sendiri
tetapi kalian tak mengerti akan apa yang terjadi pada kami
yang ku benci bukan dia, namun manusia putih berbedak masak itu
si putih tengil yang begitu haus akan kompetisi, layaknya seeekor binatang
yang ku tak suka bukan dia, namun temannya yang tak mengerti akan sebuah peninggalan
mungkin, karena temannya tak pernah punya sebuah hubungan
yang menggelikan bukan dia, namun temannya yang begitu bangga akan hubungannya
mungkin itu membanggakan, tapi apa ia tahu sebagaimana orang lain melihat hubungan mereka ?
namun inilah yang terjadi di dalam bumi
harus tetap dapat bersosialisasi, meski aku itu dengan orang yang ku benci
dunia,
bagiku gadis itu bukan sebuah sandal jepit
yang ketika putus, lalu dapat di beli dan di pakai kemudian
bagiku, lebih baik sendiri bersama teman dan family
membagi cerita dan terus bercanda untuk tertawa
selagi memang belum ada yang mendampingi
jikalau memang suadah ada lagi nanti
akan ku coba untuk dapat bahagia bersama
bahagia dengan aku, teman dan keluarga

ayam

Kamis, 06 Agustus 2009

setelah perbincangan itu
sedikit menenangkan hati
membuatku teringat, saat kemarin
melihat buku agenda usang itu
membuka lembaran-lembaran sejarah kecil tahun lalu
hingga terpaku pada beberapa lembar, kenangan antara aku dan dia
saat aku pertama memulai sebuah kisah
mendatangi rumahnya untuk yang pertama
hingga tiba pada halaman itu
satu halaman panjang, memuat khiasan tentang kami berdua
pernak-pernik buatan tangan saat dahulu
mencuri waktu pelajaran untuk membuat itu
sampai pada penghujung buku itu
melihat lembaran gambar, akan huruf yang hanya diketahui kami berdua
teringat akan surat konyol itu, dan kemudian
tersenyum untuk membuka tangisan yang harus dapat kubendung
melihat sepucuk surat testimonial tentang diriku
babi-babi yang kau buat,harusnya dapat membuatku tersenyum
namun kali ini, tersenyumpun aku tak mampu
hanya meringis dalam hati, mengenang yang telah terjadi
kini semua bagai sebuah prasasti

-ayam-

terlalu mudah menudingmu

dua hari setelah itu semua
ku coba tuli,setuli yang ku bisa
ku coba buta,sebuta yang ku bisa
namun,pikiran ini tak pernah lelah menggambarkan dirinya dalam imajiku
menatap ia di pagi buta, ditengah khusyuknya doa
membuat hanya terdiam dan merenung
mengingat kamu bersamanya dia
dia yang mencoba menggantikan aku
atau, memang aku sudah tergantikan
aku sedikitnya mengetahui akan yang kau mau
hanya menganggap dia sebagai teman
ingin tetap berteman dengan dia
tapi,apa kamu tahu apa yang ia mau ?
setidaknya,aku sebagai pria mengerti maksud darinya
ingatkah dahulu, kau juga berkata aku ini temanmu
sebelum, apa yang terjadi akan kita semakin menguat
hingga,saat ini aku dan kau berjalan sendiri
aku ingin dapat mengerti dirimu
aku ingin dapat terus bersahabat denganmu
tanpa kebencian dan permusuhan antara kita
maaf karena aku terlalu begitu mudah menudingmu
namun sebenarnya tak dapat ku mengerti, adalah dia
akan apa yang dia mau
akan apa yang dia rasa
apakah, manusia seperti itu tak mengerti akan seorang sahabat ?
apakah, manusia seperti itu tak menghargai sisa kasih sayang ku pada dirimu ?
apakah, yang begitu masih sanggup di anggap manusia ?
apakah, salah aku menganggapnya 'teman'ku ?

" untuk salah satu sahabatku, MANDIRI..
sekarang aku tahu akan yang dahulu kau rasa tentang 'kepompong'
rasa sakit dan panas amarah yang ingin segera meledak
namun,sepertinya aku bukan engkau yang sabar untuk tetap terdiam
namun,akupun bukan binatang yang cepat main tangan untuk suatu masalah
ku akan coba jalani ini seperti engkau
agar, dentungan waktu yang akan memberi tahuku akan yang terjadi "