Mau cari apa ?

ayam

Kamis, 06 Agustus 2009

setelah perbincangan itu
sedikit menenangkan hati
membuatku teringat, saat kemarin
melihat buku agenda usang itu
membuka lembaran-lembaran sejarah kecil tahun lalu
hingga terpaku pada beberapa lembar, kenangan antara aku dan dia
saat aku pertama memulai sebuah kisah
mendatangi rumahnya untuk yang pertama
hingga tiba pada halaman itu
satu halaman panjang, memuat khiasan tentang kami berdua
pernak-pernik buatan tangan saat dahulu
mencuri waktu pelajaran untuk membuat itu
sampai pada penghujung buku itu
melihat lembaran gambar, akan huruf yang hanya diketahui kami berdua
teringat akan surat konyol itu, dan kemudian
tersenyum untuk membuka tangisan yang harus dapat kubendung
melihat sepucuk surat testimonial tentang diriku
babi-babi yang kau buat,harusnya dapat membuatku tersenyum
namun kali ini, tersenyumpun aku tak mampu
hanya meringis dalam hati, mengenang yang telah terjadi
kini semua bagai sebuah prasasti

-ayam-

terlalu mudah menudingmu

dua hari setelah itu semua
ku coba tuli,setuli yang ku bisa
ku coba buta,sebuta yang ku bisa
namun,pikiran ini tak pernah lelah menggambarkan dirinya dalam imajiku
menatap ia di pagi buta, ditengah khusyuknya doa
membuat hanya terdiam dan merenung
mengingat kamu bersamanya dia
dia yang mencoba menggantikan aku
atau, memang aku sudah tergantikan
aku sedikitnya mengetahui akan yang kau mau
hanya menganggap dia sebagai teman
ingin tetap berteman dengan dia
tapi,apa kamu tahu apa yang ia mau ?
setidaknya,aku sebagai pria mengerti maksud darinya
ingatkah dahulu, kau juga berkata aku ini temanmu
sebelum, apa yang terjadi akan kita semakin menguat
hingga,saat ini aku dan kau berjalan sendiri
aku ingin dapat mengerti dirimu
aku ingin dapat terus bersahabat denganmu
tanpa kebencian dan permusuhan antara kita
maaf karena aku terlalu begitu mudah menudingmu
namun sebenarnya tak dapat ku mengerti, adalah dia
akan apa yang dia mau
akan apa yang dia rasa
apakah, manusia seperti itu tak mengerti akan seorang sahabat ?
apakah, manusia seperti itu tak menghargai sisa kasih sayang ku pada dirimu ?
apakah, yang begitu masih sanggup di anggap manusia ?
apakah, salah aku menganggapnya 'teman'ku ?

" untuk salah satu sahabatku, MANDIRI..
sekarang aku tahu akan yang dahulu kau rasa tentang 'kepompong'
rasa sakit dan panas amarah yang ingin segera meledak
namun,sepertinya aku bukan engkau yang sabar untuk tetap terdiam
namun,akupun bukan binatang yang cepat main tangan untuk suatu masalah
ku akan coba jalani ini seperti engkau
agar, dentungan waktu yang akan memberi tahuku akan yang terjadi "