ini tahun ke 6 dari nyawamu
namun mungkin, ini baru 1 tahun ini kita semakin intim
aku bukan tak ingin memiliki yang lain
mungkin,terkadang imaji dapat membunuhmu
atau mungkin,keinginan menyingkirkan keberadaanmu
tapi engkau terlalu banyak menyimpan kenangan
menjadi saksi bisu akan apa yang terjadi
engkau menjadi yang pertama bagi keluarga ini
revolusioner untuk penerusmu
hingga akhirnya,kini semua berjalan sama
yah,sometimes apa yang dikatakan mereka itu benar adanya
baru akan merasa jika sudah kehilangan
dan kini kusadar,sebenarnya hidupmu ada di ujung tanduk
bersamaan dengan rasa sayang
aku ingin engkau tetap disini,mungkin untuk 3-4 tahun kedepan
setidaknya,bukan mati karena kebodohanku
wish you luck gembel
sayonara
Senin, 31 Mei 2010
mungkin
kata selamat tinggal, bukan hanya tercipta dari kekecewaan
namun juga dari sebuah tawa dan senyuman-senyuman
yang dirasa, tak lagi patut untuk terus dilanjutkan
bukan hanya karena hingar bingar club malam
namun beberapa pertimbangan lain yang membuat ini terrealisasi
walau itu berat sekalipun
namun,sebelum ada luka lain yang terbuka
lebih baik menghidari mata-mata pisau
bukan hanya karena aku tak ingin terluka
tapi juga aku tak ingin melihat dirimu menangis lagi
aku bukan hanya sekedar hiburan
aku bukan oasis ditengah padang gurun
tapi ku berharap menjadi rainforest yang bisa menaungimu dengan keteduhan
bukan hanya sekedar untuk melepas dahaga,namun perhentian panjang dari kehidupan
maaf,jika aku memang terlalu biadap untuk hidupmu yang indah dan menyenangkan
namun,terima kasih atas waktu yang kau berikan
aku akan tetap menjadi temanmu, yang ingin melukis senyum dari tangisanmu
namun,untuk lebih dari itu SAYONARA
aku tak ingin terlalu banyak berharap
kata selamat tinggal, bukan hanya tercipta dari kekecewaan
namun juga dari sebuah tawa dan senyuman-senyuman
yang dirasa, tak lagi patut untuk terus dilanjutkan
bukan hanya karena hingar bingar club malam
namun beberapa pertimbangan lain yang membuat ini terrealisasi
walau itu berat sekalipun
namun,sebelum ada luka lain yang terbuka
lebih baik menghidari mata-mata pisau
bukan hanya karena aku tak ingin terluka
tapi juga aku tak ingin melihat dirimu menangis lagi
aku bukan hanya sekedar hiburan
aku bukan oasis ditengah padang gurun
tapi ku berharap menjadi rainforest yang bisa menaungimu dengan keteduhan
bukan hanya sekedar untuk melepas dahaga,namun perhentian panjang dari kehidupan
maaf,jika aku memang terlalu biadap untuk hidupmu yang indah dan menyenangkan
namun,terima kasih atas waktu yang kau berikan
aku akan tetap menjadi temanmu, yang ingin melukis senyum dari tangisanmu
namun,untuk lebih dari itu SAYONARA
aku tak ingin terlalu banyak berharap
namun dan mungkin
Senin, 10 Mei 2010
sebenarnya bukan,
aku yang mengusahakan, namun Tuhan yang mengizinkan
aku yang mencari, namun Tuhan yang memberi
engkau yang memberiku warna, namun kita yang mewarnai semua ini
engkau yang membuat ku tertawa, namun kita yang membangun kebahagiaan
karena engkau aku ada, namun karena kita aku harus ada
aku yang besar kepala, namun engkau yang membanggakan
hanya tulang rusuk yang merasa kehilangan, namun jiwa dan raga yang merasakan
dan mungkin,
ia dapat memberimu senang, namun aku memberimu bahagia
ia dapat melukiskan senyuman, namun aku membuatmu tawa
ia dapat membuatmu menangis, namun aku tetap bersedia menghapus air mata itu
para pesulap dapat merubah lilin menjadi bunga, namun aku hanya dapat merubah kecewa menjadi bahagia
aku yang mengusahakan, namun Tuhan yang mengizinkan
aku yang mencari, namun Tuhan yang memberi
engkau yang memberiku warna, namun kita yang mewarnai semua ini
engkau yang membuat ku tertawa, namun kita yang membangun kebahagiaan
karena engkau aku ada, namun karena kita aku harus ada
aku yang besar kepala, namun engkau yang membanggakan
hanya tulang rusuk yang merasa kehilangan, namun jiwa dan raga yang merasakan
dan mungkin,
ia dapat memberimu senang, namun aku memberimu bahagia
ia dapat melukiskan senyuman, namun aku membuatmu tawa
ia dapat membuatmu menangis, namun aku tetap bersedia menghapus air mata itu
para pesulap dapat merubah lilin menjadi bunga, namun aku hanya dapat merubah kecewa menjadi bahagia
warna baru
Senin, 03 Mei 2010
yah,mungkin ini masih klasik
seperti cerita sebelum-sebelumnya
selalu tertarik pada dia yang menjadi mereka
namun,
untuk saat ini, sedikit warna baru diawal perjumpaan
keberanian untuk mengetahui siapa namanya
saling berkenalan lah intinya
namun,sepertinya jalan ini berhujung buntu
atau,
akan tergelincir di tengah perjalanan
pesimis untuk kali ini
karena kegugupan untuk sebuah perjuangan
dan rasa minder untuk sebuah kebersamaan
semoga akan ada cabang jalan di penghujung sana
atau daratan kering,yang tidak menjatuhkan
seperti cerita sebelum-sebelumnya
selalu tertarik pada dia yang menjadi mereka
namun,
untuk saat ini, sedikit warna baru diawal perjumpaan
keberanian untuk mengetahui siapa namanya
saling berkenalan lah intinya
namun,sepertinya jalan ini berhujung buntu
atau,
akan tergelincir di tengah perjalanan
pesimis untuk kali ini
karena kegugupan untuk sebuah perjuangan
dan rasa minder untuk sebuah kebersamaan
semoga akan ada cabang jalan di penghujung sana
atau daratan kering,yang tidak menjatuhkan
LULUS !!
yah,ini hasil perjuangan dari 5 hari ujian nasional
senyuman diatas tangisan
tawa diatas duka
memang,tak semua bernasib baik
beberapa,harus mengecap pahitnya ulangan dari ujian nasional ini nanti
tapi bagi diri sendiri, yah cukup rasa syukur atas yang didapat
sudah berakhir masa berseragam
selamat tinggal putih abu-abu
mungkin nanti,ada rasa rindu akan dirimu
terlebih, putih abu-abu menjadi saksi bisu
akan cerita cerita dan duka selama 3 tahun terakhir
dan benar,yang mereka katakan
masa itu, adalah masa pencaharian jati diri dan bagaimana kita nanti
akankah menjadi manusia,atau hanya sebagai pemanis isi bumi
terima kasih,akan pembelajaran 3 tahun terakhir
pembelajaran akademis, maupun bagaimana dunia luar membentuk karakter
sedangkan, masih ada jalan panjang yang terbentang
menanti untuk terus ditelusuri
senyuman diatas tangisan
tawa diatas duka
memang,tak semua bernasib baik
beberapa,harus mengecap pahitnya ulangan dari ujian nasional ini nanti
tapi bagi diri sendiri, yah cukup rasa syukur atas yang didapat
sudah berakhir masa berseragam
selamat tinggal putih abu-abu
mungkin nanti,ada rasa rindu akan dirimu
terlebih, putih abu-abu menjadi saksi bisu
akan cerita cerita dan duka selama 3 tahun terakhir
dan benar,yang mereka katakan
masa itu, adalah masa pencaharian jati diri dan bagaimana kita nanti
akankah menjadi manusia,atau hanya sebagai pemanis isi bumi
terima kasih,akan pembelajaran 3 tahun terakhir
pembelajaran akademis, maupun bagaimana dunia luar membentuk karakter
sedangkan, masih ada jalan panjang yang terbentang
menanti untuk terus ditelusuri
namun,senyum bukan berarti bahagia
Selasa, 13 April 2010
mungkin, akan begitu mudah mencari orang tersenyum
dan disaat yang bersamaan ada orang yang tersenyum dan tertawa
namun tidak rasa yang dapat menjadi alasan senyum dan tawa itu muncul
seperti yang dilakukan pria satu ini,
disuatu malam ketika memang ada rutinitas untuk berkumpul bersama keluarga
yah,sekedar bercerita dan bertukar pengalaman dan pengetahuan
lalu,sang ayah ditengah penat pekerjaan beristirahat
bersama tempat favoritnya sambil menahan sakitnya yang ia rasa
namun, beban yang ia rasa dan sakit yang menyiksanya
dibalut dengan senyuman dan muka bahagia
agar tak ada yang tahu akan apa yang ia rasa sebenarnya
lalu, sang ibu melihat sebuah acara ditelevisi dengan candaan bersama sang ayah
dan anak-anaknya sibuk dengan urusan mereka masing-masing
entah,apa yang dipikirkan yang lain hingga meninggalkan si sulung bersama ayahnya
didalam kamar tersebut dengan acara perbincangan politik di televisi
sang ayah dengan begitu serius dalam diamnya serius melihat pergunjingan masalah negara
sedangkan si sulung hanya melihat sang ayah sambil sesekali bertnya akan pendapatnya
mungkin sang ayah masih ingin tak ada yang tahu akan apa yang ia rasa
namun, si sulung tak begitu bodoh untuk tipuan dari raut muka sang ayah
terlihat bagaimana mata sang ayah dipenuhi dengan urusan kantor yang begitu menumpuk
lalu bibirnya digigit tuk menahan erangan sakit yang ia rasa
tangannya seolah hanya relaksasi dengan menutupi perutnya tuk
namun, masalah perut yang sebenarnya ia rasa
ia memutus kedinginan kala itu denga memanggil gadisnya
seolah ingin menyantap kesegaran buah di malam hari, namun kembung yang ia rasa
ia hanya meminta segelas jus atau potongan buah lunak yang mudah dikunyahnya
dengan harapan asupan buah itu akan melancarkan pencernaannya
si sulung yang merasakan kejanggalan hanya berlakon seperti hari-hari biasanya
setelah gadisnya keluar, kembali tertinggal disana sang ayah dan si sulung
bersamaan dengan habisnya acara televisi yang mereka tonton bersama
lalu sang ayah berguling diatas ranjangnya, ingin menunjukan kantuk yang ia rasa
namun, bukan hanya sekedar kantuk karena si sulung melihat
rengutan dari mata sang ayah yang terpejam untuk menahan sakit yang dirasa
si sulung dengan angannya hanya terbang kepada tuntutan dan permintaannya akan materi dan kesenangan mudanya
sedang ayahnya terbaring menahan sakit bersama tuntutan pekerjaan
demi dapat meneruskan hari ceria anak-anaknya
dan menutup kekhawatiran tiap anak-anaknya akan kondisi dirinya
melukis senyum panjang dalam wajahnya, didepan anak-anaknya
melantunkan tawa untuk menenangkan pikiran dari anak-anaknya
sedang istrinya membisu untuk menjaga tak ada kata yang salah tuk diucap
hingga anak-anak tahu akan apa yang terjadi sebenarnya
dan mereka mencoba menjadi sebagaimana orang tua yang baik adanya
begitu setiap harinya, terus menerus dilakoni mereka
bersama dengan mengasihi tiap anak-anaknya
mengisi hari mereka dengan senyum dan canda
bersamaan dengan penanaman aturan sosial
agar kelak,putra/i mereka dapat diterima oleh masyarakat
sampai suatu saat nanti mereka mungkin hanya dapat melihat
hasil didikannya dari surga sana
dan disaat yang bersamaan ada orang yang tersenyum dan tertawa
namun tidak rasa yang dapat menjadi alasan senyum dan tawa itu muncul
seperti yang dilakukan pria satu ini,
disuatu malam ketika memang ada rutinitas untuk berkumpul bersama keluarga
yah,sekedar bercerita dan bertukar pengalaman dan pengetahuan
lalu,sang ayah ditengah penat pekerjaan beristirahat
bersama tempat favoritnya sambil menahan sakitnya yang ia rasa
namun, beban yang ia rasa dan sakit yang menyiksanya
dibalut dengan senyuman dan muka bahagia
agar tak ada yang tahu akan apa yang ia rasa sebenarnya
lalu, sang ibu melihat sebuah acara ditelevisi dengan candaan bersama sang ayah
dan anak-anaknya sibuk dengan urusan mereka masing-masing
entah,apa yang dipikirkan yang lain hingga meninggalkan si sulung bersama ayahnya
didalam kamar tersebut dengan acara perbincangan politik di televisi
sang ayah dengan begitu serius dalam diamnya serius melihat pergunjingan masalah negara
sedangkan si sulung hanya melihat sang ayah sambil sesekali bertnya akan pendapatnya
mungkin sang ayah masih ingin tak ada yang tahu akan apa yang ia rasa
namun, si sulung tak begitu bodoh untuk tipuan dari raut muka sang ayah
terlihat bagaimana mata sang ayah dipenuhi dengan urusan kantor yang begitu menumpuk
lalu bibirnya digigit tuk menahan erangan sakit yang ia rasa
tangannya seolah hanya relaksasi dengan menutupi perutnya tuk
namun, masalah perut yang sebenarnya ia rasa
ia memutus kedinginan kala itu denga memanggil gadisnya
seolah ingin menyantap kesegaran buah di malam hari, namun kembung yang ia rasa
ia hanya meminta segelas jus atau potongan buah lunak yang mudah dikunyahnya
dengan harapan asupan buah itu akan melancarkan pencernaannya
si sulung yang merasakan kejanggalan hanya berlakon seperti hari-hari biasanya
setelah gadisnya keluar, kembali tertinggal disana sang ayah dan si sulung
bersamaan dengan habisnya acara televisi yang mereka tonton bersama
lalu sang ayah berguling diatas ranjangnya, ingin menunjukan kantuk yang ia rasa
namun, bukan hanya sekedar kantuk karena si sulung melihat
rengutan dari mata sang ayah yang terpejam untuk menahan sakit yang dirasa
si sulung dengan angannya hanya terbang kepada tuntutan dan permintaannya akan materi dan kesenangan mudanya
sedang ayahnya terbaring menahan sakit bersama tuntutan pekerjaan
demi dapat meneruskan hari ceria anak-anaknya
dan menutup kekhawatiran tiap anak-anaknya akan kondisi dirinya
melukis senyum panjang dalam wajahnya, didepan anak-anaknya
melantunkan tawa untuk menenangkan pikiran dari anak-anaknya
sedang istrinya membisu untuk menjaga tak ada kata yang salah tuk diucap
hingga anak-anak tahu akan apa yang terjadi sebenarnya
dan mereka mencoba menjadi sebagaimana orang tua yang baik adanya
begitu setiap harinya, terus menerus dilakoni mereka
bersama dengan mengasihi tiap anak-anaknya
mengisi hari mereka dengan senyum dan canda
bersamaan dengan penanaman aturan sosial
agar kelak,putra/i mereka dapat diterima oleh masyarakat
sampai suatu saat nanti mereka mungkin hanya dapat melihat
hasil didikannya dari surga sana
amnesia,mati atau menjadi cilik
bosan dan jenuh akan permasalahan yang menggila
apa mungkin makna dari kedewasaan adalah permasalahan
seperti sudah bertahun-tahun ditengah gurun
merindu akan segarnya air dari oasis
ingin dan sangat ingin dapat seceria dulu
dimana tawa dan canda begitu lepas tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi
dan apa yang sedang terjadi ini
ingin seperti para bocah yang begitu riang dengan tawa dan canda mereka
tanpa tahu akan apa yang dihadapi keluarganya
tanpa mengerti bagaimana orang tuanya merasa
jika memang menjadi dewasa dan besar hanya memepertemukan dengan masalah
tolong lah,aku tak ingin menjadi dewasa
mungkin, hidup mereka yang down syndrome lebih bahagia
dimana hari mereka berisi dengan cara-cara mereka membahagiakan dirinya
tak perduli akan apa yang ada di kirinya
tak merisaukan akan apa yang dikatakan oleh kanannya
namun, yang ada ini tak begitu adanya
harusnya sudah cukup bersyukur untuk lahir senormal ini
walau cukup manusiawi,jika masih tak puas akan hidup ini
jika memang suatu saat nanti, tak dapat lagi menahan masalah yang ada
tolong buat aku amnesia atau menjadi secilik dahulu
hingga tak mengerti dan tahu akan apa yang ada
atau mungkin, kerelaan ku akan ada untuk mati
ditemani sengsara dan masalah
apa mungkin makna dari kedewasaan adalah permasalahan
seperti sudah bertahun-tahun ditengah gurun
merindu akan segarnya air dari oasis
ingin dan sangat ingin dapat seceria dulu
dimana tawa dan canda begitu lepas tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi
dan apa yang sedang terjadi ini
ingin seperti para bocah yang begitu riang dengan tawa dan canda mereka
tanpa tahu akan apa yang dihadapi keluarganya
tanpa mengerti bagaimana orang tuanya merasa
jika memang menjadi dewasa dan besar hanya memepertemukan dengan masalah
tolong lah,aku tak ingin menjadi dewasa
mungkin, hidup mereka yang down syndrome lebih bahagia
dimana hari mereka berisi dengan cara-cara mereka membahagiakan dirinya
tak perduli akan apa yang ada di kirinya
tak merisaukan akan apa yang dikatakan oleh kanannya
namun, yang ada ini tak begitu adanya
harusnya sudah cukup bersyukur untuk lahir senormal ini
walau cukup manusiawi,jika masih tak puas akan hidup ini
jika memang suatu saat nanti, tak dapat lagi menahan masalah yang ada
tolong buat aku amnesia atau menjadi secilik dahulu
hingga tak mengerti dan tahu akan apa yang ada
atau mungkin, kerelaan ku akan ada untuk mati
ditemani sengsara dan masalah
Langganan:
Postingan (Atom)

