Mau cari apa ?

meivi esok ??

Minggu, 23 Agustus 2009

meivi sepertinya bodoh
harusnya tak selunak itu untuk menyapa dan berbicara
semestinya tak begitu hangat untuk terus mendengar
mungkin lebih baik seperti dahulu adanya
dingin hingga sulit tuk di jamah
keras hingga susah dimengerti
dan menjauh terpencil hingga tak mengerti dan ingin mengerti apa yang ada
bukannya lunak bagai tape
atau hangat bagai mentari
saat seperti ini,
rindu akan meivi yang nampak bagai anti sosial
dingin, keras, egois dan terpencil
yang tak mengerti akan apa yang terjadi akan yang terjadi disekilingnya
hingga suara ledakan dinamit sekalipun, tak dapat mengusiknya
meivi yang diam dan terpaku oleh caranya memandang dan menilai tiap manusia
benar kata mereka,
meivi kini terlalu centil dan genit
padahal hanya ingin sedikit lebih lunak, lebih hangat, dan membaur dengan realita
mungkin terlalu dalam meivi melangkah dan mengerti
hingga jeritan dan teriakannya dapat membubarkan kumpulan manusia di sekelilingnya
untuk meivi hari esok,
tinggal tunggu bagaimana cara pemikiran malam ini
atau mungkin tinggal menunggu bagaimana manusia di sekelilingnya meminta meivi bertindak
rasanya ingin berhenti untuk sehangat dan sedekat itu
jika memang kehangatan itu menyakiti kalian

perantara saja bermasalah

awalnya tertawa
berkahir dengan amarah
sebenarnya,sungguh tak ada maksud menghina
bukannya ingin menjelek-jelekan
maksudnya ingin memberritakan apa yang ada
menjelaskan duduk masalah
sehinggga, semoga saja bisa menjembatani kubu-kubu yang berseteru
salah cara bicara dan penyampaiannya
malah membuat masalah menjadi besar
dan membuat memangku semua masalah yang ada
membesar dan membengkak, sebentar lagi juga meledak
tadinya ingin jadi perantara malah jadi sumber masalah
sungguh heran, jadi perantara saja bermasalah
memang ku akui, lafalku dalam berkata juga kurang ayakan
mencari kata-kata yang lebih baik dan lebih halus
seperti mencari jarum di tumpukan jerami
mungkin jua karena globalisasi, maaf dan penjelasan rasanya tak berarti
bingung akan apa yang harus ku lakukan, agar semua mengerti
harapku semua dapat membaur, menciptakan lingkungan yang jauh lebih baik
membentuk masyarakat madani, intinya
tapi jalan untuk ke sana, rasanya sudah d sabotase ribuan serdadu serdadu iblis
serdadu yang menjelma menjadi satu dan ribuan hal
kemunafikan,keegoisan,kekanak-kanakan,haus kehormatan,haus harga diri,jaga gengsi,bla,bla,bla...
memang untuk perdamaian, harus di mulai dari diri sendiri
aku pun harus lebih banyak belajar dan harus berubah lebih baik
akhirnya, hanya bisa minta maaf akan yang telah terjadi
dan menjadi itu semua sebagai evaluasi untuk kemudian hari

kapan berubah ?

Jumat, 21 Agustus 2009

tak ada lagi lagu sendu nan pilu
yang ku dendangkan tuk mengisi waktu
kesendirian tetap meradang
namun senyum harus terus tergambar
kepingan CD dan puluhan draft tentang kesepian
menggelapar dan berserakan penuhi bilik istirahat ini
potongan tiket nonton dan tulisan indah di agenda
membuat tangisan semakin menjadi-jadi
hingga ingin menjerit sendiri
meneriakan kesepian ini
mencari sosok 'itu' kembali
bukan bagai membeli sabun colek
berserakan dan berhamburan tinggal pilih mana yang mau
(kau pikir mangga dua ??)
sekarang ini
malam minggu sendirian
nonton bersama pria
makan juga bersama pria
kapan berubah ???
hanya bisa menunggu jarum detik terus berputar
dan berharap akan segera berubah

berbagi ??

Rabu, 19 Agustus 2009

sob..
bukannya tak ingin berbagi
hanya tak tahu harus darimana itu berawal
dan mana yang akan menjadi realita untuk mengakhiri segala spekulasi
hanya satu yang asli,yang lain spekulasi
tapi diri sendiri pun masih tak yakin dengan keaslian
mungkin belum ada waktu tepat untuk berbagi
tapi janji, akan membuka dan menepis spekulasi
hingga tak ada lagi yang terselubungi

semoga ada waktu nanti
untuk menjelaskan segala yang tengah terjadi...
hahaha

3 months

tiga bulan tanpa orang lain di sisiku
tanpa dia yang dahulu
memang ku akui selama 3 bulan ini, tidak benar-benar bersih tanpa dia
terkadang masih ada obrolan dan surat antar kami
berat awalnya, sampai sekarang pun masih tetap berat
namun, itu semua perlahan membaik
dan yakin, akan jauh lebih baik lagi nanti
ku coba tersenyum di atas segala luka
agar tetap terlihat bahagia bukannya gundah
ku lihat ia dapat tersenyum dan tertawa
itu semua sudah cukup membuatku bahagia
mungkin, kami sama-sama terlihat bahagia
walau luka dan duka terselubung rapi diselimuti tawa
tetapi untukku lebih baik begitu
daripada sendu yang memakan segala waktu
dan pilu yang meracuni seluruh tubuh
melupakannya,ku rasa tak akan mudah
dan aku pun tak ingin itu terjadi
tetap tegar berdiri,berjalan dan terus berlari
mengejar waktu yang tak akan berhenti
itu yang ku lakukan selama ini..,

hey gadis..
semoga kita tetap bahagia dengan cara kita masing-masing
dan menjadi teman di akhir hubungan yang telah berlalu
hahaha

untuk suatu saat nanti

Selasa, 11 Agustus 2009

satu saat..
mungkin aku jenuh dan tak ingin dari terusik
ingin berjalan dengan kesunyian
dan semilir angin yang mengodaku tenang dalam kalbu
tak ingin ada gangguan dan pasangan
hanya ingin sendiri menunggu mati
kini, mendengar mereka berteriak
dan menjeritkan satu per satu nama para wanita
mengklamufasekan hubungan antar aku dan mereka
merekayasa kenyataan,hingga seolah-olah terjadi sesuatu
tak dapat bicara dan bergerak lagi
hanya terbeku mati dan diam disini
melihat para gadis yang mungkin muak akan aku
bukannya aku suka akan semua kebohongan itu
namun ku anggap saja itu doa
untuk suatu saat nanti ada orang yang menggantikan sosok 'dia' di hati
jadi lebih baik terima saja apa yang mereka katakan
daripada aku kesepian menunggu ajal, lebih baik bersahabat dengan semua
dan mengamini segala doa yang ada

bukan sandal jepit

Minggu, 09 Agustus 2009

hidup itu akan terus berjalan
menerjang waktu dan meninggalkan setiap kenangan
hingga hari kemarinpun menjadi bagian dari sebuah sejarah
itu baru hari kemarin, apalagi yang berbulan-bulan telah ku lalui ?
mungkin itu adalah sebuah sejarah besar
kenangan tentang dirinya, harusnya bisa menjadi sejarah
yang mungkin akan membuat aku semakin dewasa, atau pembelajaran
idealnya, aku tetap menjalani hidup ini
seperti dahulu, saat belum ada dia
akupun tak mau terjadi stagnasi pada hidupku ini
berhentinya perjalan aku dan dia, bukan suatu klimaks dari hidup panjang ini
aku masih tetap menghargainya dan menyayanginya
walau, sayang itu bukan lagi seperti dahulu kala
ketika aku berkata padanya, aku masih belum dapat melupakannya
bantahan darinya, bahwalah aku hanya cemburu cukup membuatku kecewa akan keraguannya
atas itu, aku harus dapat tetap berjalan seperti dia
mungkin ia dan aku terlihat lebih baik jika berjalan sendiri
tetapi kalian tak mengerti akan apa yang terjadi pada kami
yang ku benci bukan dia, namun manusia putih berbedak masak itu
si putih tengil yang begitu haus akan kompetisi, layaknya seeekor binatang
yang ku tak suka bukan dia, namun temannya yang tak mengerti akan sebuah peninggalan
mungkin, karena temannya tak pernah punya sebuah hubungan
yang menggelikan bukan dia, namun temannya yang begitu bangga akan hubungannya
mungkin itu membanggakan, tapi apa ia tahu sebagaimana orang lain melihat hubungan mereka ?
namun inilah yang terjadi di dalam bumi
harus tetap dapat bersosialisasi, meski aku itu dengan orang yang ku benci
dunia,
bagiku gadis itu bukan sebuah sandal jepit
yang ketika putus, lalu dapat di beli dan di pakai kemudian
bagiku, lebih baik sendiri bersama teman dan family
membagi cerita dan terus bercanda untuk tertawa
selagi memang belum ada yang mendampingi
jikalau memang suadah ada lagi nanti
akan ku coba untuk dapat bahagia bersama
bahagia dengan aku, teman dan keluarga