layaknya hujan di musim gugur..
hari ini begitu cerah terik mentari pagi..
membawa segala penat pikirku hari ini..
membuat hari ini bagai lengkungan senyum indah bibirnya...
hari ini,aku merasa...
datang lagi hari itu..
19 september tahun lalu...
dimana aku memulai segalanya..
memulai untuk merajut sweater tebal untuk menghangatkannya...
tapi..
mengapa ada celah untuk rajutan indah itu..
"no more" ucapnya..
tapi entahlah...
tak dapat ku bayangkan jika memang tak dapat lagi sama sekali...
aku sudah terlalu bahagia hari ini dan tak ingin ada tetes air mata hari ini...
aku ingin setiap hari adalah hari ini..
walau itu tak mungkin..
aku tetap selalu akan dan ingin mengenang indahnya hari-hari seperti hari ini...
29 mei 2009..
must go on...
Kamis, 28 Mei 2009
semalam..
sebelum bulan mengantarku untuk tidur lelapku...
sebelum bintang membawaku untuk memimpikannya...
ku terima sebuah surat...
begitu singkat, sarat pesan persahabatan..
bertuliskan goresan indah, dengan ciri khas dirinya..
ku baca dan begitu bergelora malam itu..
ku begitu bahagia membawa kata tiap kata..
tetapi goresan-goresan itu tak selamanya membahagiakan..
"life must go on" goresnya..
begitu berat rasanya aku membaca kata-kata itu...
rasanya hidup mengalami stagnasi pada sosok indah dirinya..
aku berpikir semalam, gejolak dalam diriku terlalu kuat untuk menutup mataku...
dalam benakku, aku terpikir apakah ia begitu cepat menggantikan aku dengan dia lainnya..
tetapi dalam janjiku..
aku janji ingin ia bahagia, sekalipun aku kecewa..
aku janji ingin melanjutkan hidup, sekalipun berat tuk melangkah..
aku janji ingin menerima kenyataan sebagai realita bukan derita..
sebelum bulan mengantarku untuk tidur lelapku...
sebelum bintang membawaku untuk memimpikannya...
ku terima sebuah surat...
begitu singkat, sarat pesan persahabatan..
bertuliskan goresan indah, dengan ciri khas dirinya..
ku baca dan begitu bergelora malam itu..
ku begitu bahagia membawa kata tiap kata..
tetapi goresan-goresan itu tak selamanya membahagiakan..
"life must go on" goresnya..
begitu berat rasanya aku membaca kata-kata itu...
rasanya hidup mengalami stagnasi pada sosok indah dirinya..
aku berpikir semalam, gejolak dalam diriku terlalu kuat untuk menutup mataku...
dalam benakku, aku terpikir apakah ia begitu cepat menggantikan aku dengan dia lainnya..
tetapi dalam janjiku..
aku janji ingin ia bahagia, sekalipun aku kecewa..
aku janji ingin melanjutkan hidup, sekalipun berat tuk melangkah..
aku janji ingin menerima kenyataan sebagai realita bukan derita..
aku bukan aku
Rabu, 27 Mei 2009
wahai engkau wanita indah yang ada di sana..
aku mungkin terlihat begitu kuat...
terlalu bahagia dengan 'cinta'ku...
begitu dewasa tanpamu...
tapi tiada seorangpun yang tahu..
betapa sakit aku ini...
betapa lemah diri ini...
betapa sering air mata ini mengalir,walau hanya dalam hati..
andai kau tahu dan mengingat ini..
tentang engkau yang membuatku yang lebih dewasa...
akan senyummu yang membuatku begitu bahagia..
atau tawamu yang selalu menguatkanku..
mungkin terima kasih hanya bongkahan kecil yang tak berguna darimu...
aku hanya ingin tahu..
layaknya, apa yang dapat ku beri untuk syukurku ??
seharusnya, apa yang bisa ku perbuat untuk terima kasihku ???
karena semua sandiwara akan aku...
membuat aku bukan aku yang kurasa...
karena topeng ini..
membuat aku bukan aku yang kujalani...
aku mungkin terlihat begitu kuat...
terlalu bahagia dengan 'cinta'ku...
begitu dewasa tanpamu...
tapi tiada seorangpun yang tahu..
betapa sakit aku ini...
betapa lemah diri ini...
betapa sering air mata ini mengalir,walau hanya dalam hati..
andai kau tahu dan mengingat ini..
tentang engkau yang membuatku yang lebih dewasa...
akan senyummu yang membuatku begitu bahagia..
atau tawamu yang selalu menguatkanku..
mungkin terima kasih hanya bongkahan kecil yang tak berguna darimu...
aku hanya ingin tahu..
layaknya, apa yang dapat ku beri untuk syukurku ??
seharusnya, apa yang bisa ku perbuat untuk terima kasihku ???
karena semua sandiwara akan aku...
membuat aku bukan aku yang kurasa...
karena topeng ini..
membuat aku bukan aku yang kujalani...
untuk dia
Selasa, 26 Mei 2009
manusia !!!
apa yang perlu kau tutup-tutupi,tutupilah..
apa yang perlu kau sembunyikan,sembunyikanlah..
apa yang perlu kau teriakan,teriakanlah..
karena engkau juga manusia...
bukanlah sebuah wada besar untuk menampung segala masalah..
aku disini,tetap disini..
bahkan aku terpaku untuk mendengar segala prakara hatimu..
aku disini tetap dan terus mencoba mengerti bagaimana dirimu..
dengan segala sifatmu...
dengan segala sikapmu...
dari sudut pandangmu...
aku ingin hidup ini terus berjalan..
tanpa sakit,maaf,sedih,tangis,gundah pada dirimu..
engkau yang pernah ada disisiku..
dan masih enggan beranjak dari imaji dan lubuk pikirku ini..
aku ingin kau tahu...
'cinta'ku tidaklah rusak karenamu...
sakit dan sedihku tidakah datang darimu..
tangisku tidaklah mengalir oleh dirimu..
semua rasa sakit dan sedih yang kurasa,ada oleh karena keputusanku...
aliran air mata yang menggenang,ada karena kesalahanku....
kerusakan 'cinta'ku,tercipta karena segala keegoisanku...
aku mengenang semua akan kita dengan senyumku..
walau memang semua itu diakhiri oleh penyesalah dan kesedihan..
untukmu yang ada di hujung layar besar ini,ingatlah..
ada sedih ku dalam tiap sedihmu..
ada senyumku dalam senyummu...
ada tangisku dalam tiap isakan tangismu..
ada bahagiaku dalam kebahagiaanmu...
walau kadang..
senyum dan bahagia dapat tercipta diatas derita ku..
aku tetap akan tersenyum indah untuk dirimu
apa yang perlu kau tutup-tutupi,tutupilah..
apa yang perlu kau sembunyikan,sembunyikanlah..
apa yang perlu kau teriakan,teriakanlah..
karena engkau juga manusia...
bukanlah sebuah wada besar untuk menampung segala masalah..
aku disini,tetap disini..
bahkan aku terpaku untuk mendengar segala prakara hatimu..
aku disini tetap dan terus mencoba mengerti bagaimana dirimu..
dengan segala sifatmu...
dengan segala sikapmu...
dari sudut pandangmu...
aku ingin hidup ini terus berjalan..
tanpa sakit,maaf,sedih,tangis,gundah pada dirimu..
engkau yang pernah ada disisiku..
dan masih enggan beranjak dari imaji dan lubuk pikirku ini..
aku ingin kau tahu...
'cinta'ku tidaklah rusak karenamu...
sakit dan sedihku tidakah datang darimu..
tangisku tidaklah mengalir oleh dirimu..
semua rasa sakit dan sedih yang kurasa,ada oleh karena keputusanku...
aliran air mata yang menggenang,ada karena kesalahanku....
kerusakan 'cinta'ku,tercipta karena segala keegoisanku...
aku mengenang semua akan kita dengan senyumku..
walau memang semua itu diakhiri oleh penyesalah dan kesedihan..
untukmu yang ada di hujung layar besar ini,ingatlah..
ada sedih ku dalam tiap sedihmu..
ada senyumku dalam senyummu...
ada tangisku dalam tiap isakan tangismu..
ada bahagiaku dalam kebahagiaanmu...
walau kadang..
senyum dan bahagia dapat tercipta diatas derita ku..
aku tetap akan tersenyum indah untuk dirimu
bayang semu
Cerita ini..
terlalu sendu untuk dibagi
terlalu sedih untuk dijalani
terlalu sakit untuk dikenang
bayang dirinya begitu dekat dengan sanubariku
kenangan akannya begitu lekat dalam imajiku
tapi semua bayang dan kenangan yang tetinggal
bagai mata pisau berselimut mawar merah
begitu meronah untuk dipandang
begitu harum untuk dirasa
namun begitu sakitpula mata pisau itu untuk ku jamah
terlalu semu bayang akan dirimu dalam imajiku
masih terlalu berangan sanubari ini untuk melangkah terus bersamamu
untuk engkau yang ada dimana...
tahukah engkau betapa besar harapku akan kita ?
tahukah engkau betapa banyak kenangan tentang kita ?
tahukah engkau betapa lekat bayangmu dalam aku ?
tahukah engkau betapa indah dirimu bagi diriku ?
hari ini tanpamu..
seperti benar-benar tanpa fajar bangun pagiku
hatiku bertanya dimana engkau
diriku mencari sosok dirimu
tapi daya ku tak terlalu kuat untuk menemukanmu
aku hanya dapat terpaku kaku
dengan semua pilu dan sendu
untuk mengenang tumpukan kenangan bersamamu
untuk memeluk bayang-bayangmu yang terlalu semu
terlalu sendu untuk dibagi
terlalu sedih untuk dijalani
terlalu sakit untuk dikenang
bayang dirinya begitu dekat dengan sanubariku
kenangan akannya begitu lekat dalam imajiku
tapi semua bayang dan kenangan yang tetinggal
bagai mata pisau berselimut mawar merah
begitu meronah untuk dipandang
begitu harum untuk dirasa
namun begitu sakitpula mata pisau itu untuk ku jamah
terlalu semu bayang akan dirimu dalam imajiku
masih terlalu berangan sanubari ini untuk melangkah terus bersamamu
untuk engkau yang ada dimana...
tahukah engkau betapa besar harapku akan kita ?
tahukah engkau betapa banyak kenangan tentang kita ?
tahukah engkau betapa lekat bayangmu dalam aku ?
tahukah engkau betapa indah dirimu bagi diriku ?
hari ini tanpamu..
seperti benar-benar tanpa fajar bangun pagiku
hatiku bertanya dimana engkau
diriku mencari sosok dirimu
tapi daya ku tak terlalu kuat untuk menemukanmu
aku hanya dapat terpaku kaku
dengan semua pilu dan sendu
untuk mengenang tumpukan kenangan bersamamu
untuk memeluk bayang-bayangmu yang terlalu semu
mentari dan sang pagi
Senin, 25 Mei 2009
hari ini terasa lebih cepat dan melelahkan..
melawan ribuan soal yang membuat penat pikir ini..
tanpa melihat wajahnya..
tanpa senyum dan candanya..
tanpa cerita akan lelahnya ia..
tanpa bahgianya disisiku..
tak ku pungkiri, hari ini memang ada wajahnya di mataku..
namun bagai matahari yang enggan memanaskan bumi..
penglihatan akan itu begitu cepat lalu untuk 'cinta' lainku..
rasanya sanubari ini belum dapat melepaskan diri dari jerat bahagia dengannya...
selalu memikirkan dirinya yang masih belum dapat tertawa seperti dulu..
masih mengenang segala senyum dan sedihnya karena perbuatanku..
tetap menangis sendiri ketika teringat tentang dirinya dan diri lainya sekarang..
seperti sampah semua ajaranku..
sepertinya hanya kulit kacang semua pendapat dan teriakan ku..
dia begitu acuh dan dingin untuk ini semua..
andai ia tahu..
aku begitu keras berusaha dan terus mencoba berfikir dengan segala imajiku..
agar aku dapat melihat kondisi ini dari sudut pandangnya..
tetapi jeritan hati yang terbelengguh rasa kesal dan cemburu..
terus membuat imajiku terbang melayang melihat masalah dari cara pandang ku..
aku bagai ingin berteriak keras lepas di hadapnya..
agar ia tahu betapa sakit dan lemahnya aku tanpanya..
aku tak begitu munafik untuk menutupi ini..
atau mungkin kemunafikan itu yang membuatku merasa lemah untuknya..
mungkin hidup ku sekarang ini..
seperti siang tanpa terik kasih sayang mentari yang enggan berbagi dengan sang pagi..
melawan ribuan soal yang membuat penat pikir ini..
tanpa melihat wajahnya..
tanpa senyum dan candanya..
tanpa cerita akan lelahnya ia..
tanpa bahgianya disisiku..
tak ku pungkiri, hari ini memang ada wajahnya di mataku..
namun bagai matahari yang enggan memanaskan bumi..
penglihatan akan itu begitu cepat lalu untuk 'cinta' lainku..
rasanya sanubari ini belum dapat melepaskan diri dari jerat bahagia dengannya...
selalu memikirkan dirinya yang masih belum dapat tertawa seperti dulu..
masih mengenang segala senyum dan sedihnya karena perbuatanku..
tetap menangis sendiri ketika teringat tentang dirinya dan diri lainya sekarang..
seperti sampah semua ajaranku..
sepertinya hanya kulit kacang semua pendapat dan teriakan ku..
dia begitu acuh dan dingin untuk ini semua..
andai ia tahu..
aku begitu keras berusaha dan terus mencoba berfikir dengan segala imajiku..
agar aku dapat melihat kondisi ini dari sudut pandangnya..
tetapi jeritan hati yang terbelengguh rasa kesal dan cemburu..
terus membuat imajiku terbang melayang melihat masalah dari cara pandang ku..
aku bagai ingin berteriak keras lepas di hadapnya..
agar ia tahu betapa sakit dan lemahnya aku tanpanya..
aku tak begitu munafik untuk menutupi ini..
atau mungkin kemunafikan itu yang membuatku merasa lemah untuknya..
mungkin hidup ku sekarang ini..
seperti siang tanpa terik kasih sayang mentari yang enggan berbagi dengan sang pagi..
xi ips II
mungkin kali ini..
terlalu sempit untuk ku bagikan pada kalian...
tetapi ini yang ku terima tahun ini..
semua tentang cerita bagaimana kamar kecil dari rumah besar ini...
cara kami membuat tujuan..
cara kami menerima tuduhan salahnya kebodohan politik orang lain..
cara kami menerima nihilnya pelajaran eksak..
cara kami menentukan jajaran pemimpin..
cara kami menyajikan gelar prestise untuk semua
hingga cara kami semua menatap kawan kami tersepak..
mungkin musim depan tak ada lagi canda seperti ini..
mungkin musim depan tak ada lagi tawa bahagia seperti kami..
mungkin musim depan tak ada lagi kesukaran masalah seperti kami..n
mungkin musim depan tak ada lagi sepakan untuk teman tersabar kami...
mungkin musim depan tak ada lagi kemengan semanis musim indah ini...
mungkin musim depan tak ada lagi banyak cerita bahagia dan sedih layaknya kami..
ini mungkin ku dedikasikan khusus untuk kalian..
semua teman dan sahabatku dalam bilik kumuh itu..
untuk semua upaya kita memperindah bilik itu...
untuk kalian semua penghuni bilik xi ips II
terima kasih untuk semua kesan yang kalian beri..
terima kasih untuk semua usaha kita bersama untuk memberi yang terbaik..
maaf jika aku tak dapat memberi yang terbaik...
semog semua memorial atas ini tertata rapi dalam memori..
terlalu sempit untuk ku bagikan pada kalian...
tetapi ini yang ku terima tahun ini..
semua tentang cerita bagaimana kamar kecil dari rumah besar ini...
cara kami membuat tujuan..
cara kami menerima tuduhan salahnya kebodohan politik orang lain..
cara kami menerima nihilnya pelajaran eksak..
cara kami menentukan jajaran pemimpin..
cara kami menyajikan gelar prestise untuk semua
hingga cara kami semua menatap kawan kami tersepak..
mungkin musim depan tak ada lagi canda seperti ini..
mungkin musim depan tak ada lagi tawa bahagia seperti kami..
mungkin musim depan tak ada lagi kesukaran masalah seperti kami..n
mungkin musim depan tak ada lagi sepakan untuk teman tersabar kami...
mungkin musim depan tak ada lagi kemengan semanis musim indah ini...
mungkin musim depan tak ada lagi banyak cerita bahagia dan sedih layaknya kami..
ini mungkin ku dedikasikan khusus untuk kalian..
semua teman dan sahabatku dalam bilik kumuh itu..
untuk semua upaya kita memperindah bilik itu...
untuk kalian semua penghuni bilik xi ips II
terima kasih untuk semua kesan yang kalian beri..
terima kasih untuk semua usaha kita bersama untuk memberi yang terbaik..
maaf jika aku tak dapat memberi yang terbaik...
semog semua memorial atas ini tertata rapi dalam memori..
Langganan:
Postingan (Atom)

