Mau cari apa ?

kembali rasa

Minggu, 12 Juli 2009

setelah sekian hari aku kebal akan dunia
seperti pergi dari bumi
membawa kekabalan dan kematian rasa
hari ini,aku kembali lagi,memijak bumi yang begitu berbatu
namun,mengapa harus rasa sedih yang mendekapku hangat dari ketibaan ini ?
sedikit senyuman atas nostalgia itu
beriringan dengan setumpuk kesedihan dan penyesalan
aku yang kini merasa tak lagi berharga,tak lagi berguna
rasanya penyesalan begitu akrab denganku
membuatku sakit raga
memberiku sakit jiwa
hingga semua sakit itu membuatku sedikit lagi mati
sungguh,mengapa dahulu pijakan ku terakhir dpat seperti itu ??
memang ku akui,sekarang sudahlah cukup untukku merasa senang
dan melukiskan senyuman dari diri ini
namun,tanpa rasa "itu" tak ada bahagia dari hidup
semoga rasa "itu" dapat segera kembali dan ada bersama bahagia
bukan lagi sedih dan nestapa
walau yang ku mau belum tentu bisa terjadi

syukur

Minggu, 05 Juli 2009

aku berprinsip..
"cobala berpikir positif dan tenang menghadapi segala sesuatu,setidaknya bersyukur akan yang terjadi. lakukan itu,semampumu."
dari keputusannya membuat aku dan dia
berat,menyedihkan bahkan menyakitkan
namun,kini aku dapat sedikit bersyukur akan itu
aku merasa mendapat arti keluarga akan keputusannya
saat aku bersama seorang bunda,yang tak pernah sedekat ini
menghabiskan waktu bersama ia yang ternyata tak seperti yang nampak seperti sebelumnya
saat aku melihat dan merasakan tekanan bagi seorang kepala keluarga
begitu berat lebih berat jauh dari yang dahulu ku bayangkan
saat aku bersama mereka,memberi panutan bagi mereka
jauh menyenangkan dan berat dari yang dahulu ku lakukan
sungguh,memang tuhan begitu adil untuk tiap insannya
memberi nilai ditenggah derita yang dirasa
kini,tinggallah umat-umatnya memandang dunia ini
dan bagaimana syukur itu dipanjatkan
bagiku,terima kasih ini bukan hanya untuk keluargaku ataupun tuhan
terima kasih ini khusus ku berikan untuknya atas keputusannya
walau sampai sekarang masih berat dan tak jarang bayangnya menemani hariku
tapi ku cukup bersyukur akan ini..
terima kasih

matirasa

setelah ia..
rasanya aku belum dapat lagi mencinta
aku tak dapat melihat yang lain yang lebih baik dari sosok itu
dahulu,ada dia disaat kesakitan dan kepedihan datang
ada dia yang dapat membuatku tertawa bersamanya
ada dia yang dapat membuatku sejenak melupakan penat
kini memang tiada lagi sosok itu
sekalipun tokohnya tetap sama,namun lakonnya berbeda
kita sekarang hanyalah teman
aku seakan lupa bagaimana harus memulai sesutau
aku merasa sudahlah cukup dengan seperti sekarang ini
aku hanya ingin menyuksesi diri ini dan membantu keempat sosok abadi di hidupku
aku belum ingin mencari cinta atau kembali menjadi pujangga
sekarang yang ku ingin,cukup membantu ibu dan ayahku
dan sebisaku membahagiakan kakek nenek itu,agar mengurangi sesal hidup ini
walau tak ku pungkiri,aku ingin ada sosok "itu" kembali
tapi mungkin itu,nanti untuk suatu hari nanti
disaat aku sudahlah cukup mampu mewujudkan citaku
kini,hanya dapat menjalani hidup bersama teman dan keluargaku
semoga dengan ini,aku cukup bahagia

cara terakhir

Kamis, 02 Juli 2009

mungkin ini cara terakhirku menyayanginya
hanya dapat menunggunya sebisa ku dan semampuku
namun,betapa baiknya ia
hingga ingin aku tak lagi menunggunya dengan alasan membuang waktuku
tapi,apakah ia tahu betapa berharganya ia bagiku ?
hingga kaki ini begitu berat dan sulit untuk berpijak menjauh
raga ini seakan lemah dan berat untuk di topang berdiri berjalan
dia cinta pertamaku yang membuatku merasa tak pernah sesayang ini
melihat ia tertawa,bercanda dan bergumul dengan dunianya
sudahlah cukup membuat ku bahagia
dengan catatan,dunianya tak dirusak oleh 'teman baik'ku
sudahlah cukup menenangkanku
pilihannya untuk melepasku berjalan sendiri,akan menjadi baik
ketika hasil pemeriksaan medis diriku keluar
karena kurasa raga ini tak sempurna untuk melengkapi hidupnya
aku akan belajar untuk melihatnya bahagia tanpa diriku,namun tanpa 'teman baik'ku juga
memar dan luka yang ku dapat tak begitu menyakitkan di banding kepergiannya
ini terjadi karena egoisku dan ulahku,tuhanpun adil untuk menghukumku
memberiku sakit seperti ini saat ia tak lagi bersamaku
aku bersedia sakit,sekarat atau mungkin hingga mati agar ku bisa kembali bersamanya
namun kini,sepertinya sudahlah tak berguna lagi semua itu
ia telah bulat tekatnya dan putusannya
biarlah ia bahagia dengan caranya dan aku akan berdoa agar ia dapat yang terbaik

narsisme

Selasa, 30 Juni 2009


maaf jika jelek atau memalukan
tapi ini yang ingin ku buat untuk yang terakhir

egois dan lemah,dan itulah realita yang ada

semalam begitu teduh tiupan angin dibawah rindangnya ranting bambu itu
pemberian terakhir mungkin untuknya dari ku
namun,aku sudah cukup senang melihat ia menggunakan anyaman ku sendiri
rasanya menit-menit yang berlalu itu menjadi penghantar kami ke akhir
kesedihan dan kebahagian seakan bagai kepingan mata uang
yang hadir dalam satu tubuh namun memiliki dua sisi yang berbeda
oh tuhan,mengapa begitu cepat waktu itu berlalu ??
aku sungguh ingin dan sangat ingin memiliki lebih banyak waktu bersamanya
dekapan yang diberikannya sudahlah cukup menggambarkan ia
yang kurasa belumlah ingin kami berpisah
tetapi,tuhan sungguh mengapa ini terjadi ??
berikan aku waktu yang lebih dan lebih untuk bersamanya,tolong...
ciptakan mesin waktu agar kami membisu saat mengucapkan perpisahan itu...
aku masih ingin kami !!!
bukan aku dan dia,bukan aku dan mereka atau ia dengan mereka
tolong rampungkan kami dan mereka semua seperti saat itu
rehatku ini taklah membantuku menyelesaikan ini semua
segala yang kutemui semakin mengingatkanku padanya
apa yang ku fikir selalu tertuju pada paras indahnya
aku tak ingin berandai lagi,karena ku tahu dia akan membaca ini
tolong beritahu aku apa yang harus dan dapat ku perbuat untuk membuat kami kembali
untuknya,kau dan semua yang mendengar jeritan ini
sungguh aku ini egois dan lemah,dan itulah realita yang ada

dewa - pupus

Aku tak mengerti
apa yang kurasa
rindu yang tak pernah
begitu hebatnya

* aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu

aku persembahkan
hidupku untukmu
telah ku relakan
hatiku padamu

namun kau masih bisu
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara

reff : baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku

semoga aku akan memahami
sisi hatimu yang beku
semoga akan datang keajaiban
hingga akhirnya kaupun mau